<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Riadyani&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://riadyani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://riadyani.wordpress.com</link>
	<description>BelaJar daRi KehiduPan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 12:34:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='riadyani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Riadyani&#039;s Blog</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://riadyani.wordpress.com/osd.xml" title="Riadyani&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://riadyani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>The Wrong is Beautiful</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/04/08/the-wrong-is-beautiful/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/04/08/the-wrong-is-beautiful/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 12:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Tadi siang saya mengikuti kuliah yang sangat berkesan dalam perjalanan kuliah di Pascasarjana IPB selama 2 semester ini. Mata kuliah Analisis Resiko Ekologi (ARE) saya ambil di semster ini. Dosen pengajar ARE adalah seorang Guru Besar konservasi sumberdaya alam yang dikenal di Indonesia yaitu Prof Dr Ir Hadi Alikodra. Beliau pernah menjabat deputi Menteri Negara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=50&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi siang saya mengikuti kuliah yang sangat berkesan dalam perjalanan kuliah di Pascasarjana IPB selama 2 semester ini. Mata kuliah Analisis Resiko Ekologi (ARE) saya ambil di semster ini. Dosen pengajar ARE adalah seorang Guru Besar konservasi sumberdaya alam yang dikenal di Indonesia yaitu Prof Dr Ir Hadi Alikodra. Beliau pernah menjabat deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup saat menterinya Sarwono Kusumaatmaja.</p>
<p>Siang itu begitu terik dan melelahkan bagi saya. Tiga hari ini tenaga terkuras dengan tugas-tugas yang banyak dan jadwal kuliah yang padat. Presentasi serta meresume jurnal dan paper internasional telah menjadi makanan yang mengenyangkan otak kami, saya dan kawan-kawan kuliah.</p>
<p>Siang ini, materi kuliah benar-benar diluar dugaan kami. Kami yang belajar tentang ekologi dan resikonya, malah disuguhi materi tentang etika konservasi. Materi kuliah ini berisi bahasan tentang nilai, persepsi dan moral serta keseimbangan antara intelektual, emosional dan spiritual. Menurut Profesor Alikodra, kerusakan lingkungan dalam dua dekade ini disebabkan rendahnya kualitas moral manusia.</p>
<p>Kami bertambah semangat ketika beliau menyuguhkan coffeemix panas untuk menyemangati kami yang sepertinya sudah mulai suntuk. Tentu saja kami tersenyum manis menghirup wangi kopi yang tak lama kemudian terhidang di depan kami. Hmmm&#8230;.nikmatnya kopi ini.</p>
<p>Saat masuk pada pembahasan tentang nilai, Profesor Alikodra lalu menunjuk sebuah lukisan yang terpampang didinding ruang kuliah ber AC. “Coba kalian lihat lukisan itu, apa nilai yang terkandung di dalamnya” Suruh beliau. Kami pun serentak memandangi lukisan bergambar sepasang burung merpati dan sepasang burung cendrawasih yang hinggap di pepohonan yang penuh dengan bunga dan buah. Pohon itu bahkan ada buah anggur di tangkainya. Lalu kami pun menjawab satu per satu. Beberapa jawaban yang terlontar bahwa nilai dari lukisan itu adalah keharmonisan, keindahan, keanekaragaman dan kedamaian.</p>
<p>“Bagi saya, lukisan itu, itr wrong” Begitu tanggapan beliau setelah mendengar jawaban kami. “Kenapa begitu ?” Beliau melanjutkan tanggapannya.<br />
“Mana mungkin merpati dan cendrawasih hidup berdekatan, dan mana mungkin ada anggur tumbuh di tangkai pohon. Bagi saya&#8230;It’s wrong.”</p>
<p>Lalu beliau menjelaskan bahwa nilai itu bersumber dari pengalaman, pengetahuan dan rasa. Nilai akan melahirkan persepsi dan persepsi memunculkan moral atau etika pada individu atau masyarakat. Imajinasi boleh-boleh saja menghasilkan karya yang indah. Namun imajinasi harus berdasarkan pengetahuan yang benar sehingga nilai yang dipetik dari sebuah karya tidak menyesatkan.</p>
<p>Sebuah lukisan yang salah secara logika ternyata mempunyai nilai yang indah bagi seseorang. Memang keindahan itu rasa, namun bila berbagai kesalahan, ketidakpantasan, kekonyolan adalah sebuah keindahan, maka sungguh sangat menyesatkan nilai yang sudah tertanam pada diri manusia.</p>
<p>Maka kita bisa lihat, betapa kehidupan masyarakat di sekitar kita dipenuhi dengan keindahan-keindahan yang salah. Wanita yang mengumbar auratnya dan bergerak mengundang godaan dianggap keindahan. Berkata-kata kotor, menghina, berbohong dan merendahkan martabat orang ain dengan alasan melucu atau menghibur adalah indah. Membangun mall dengan menggusur areal hijau penuh dengan pohon dianggap keindahan. Bahkan ada ungkapan yang menggelikan yang dikatakan teman saya bahwa selingkuh itu indah. Bila disederhanakan bahwa melakukan hal yang haram itu indah. Astaghfirullah&#8230;keindahan</p>
<div>inikah yang saat ini melingkupi mata, otak dan hati sebagian masyarakat. Sungguh memprihatinkan.</p>
<p>Bila kesalahan –kesalahan banyak yang dianggap indah, sebaliknya kebaikan-kebaikan malah dianggap kuno, membatasi, tidak menghargai perasaan, teroris atau tidak umum. Maka pantas saja banyak pihak yang lebih menyukai tanah-tanahnya gundul, halaman gedung dan rumah-rumah tak bertanaman, memuji perbuatan dosa karena berani mengaku dan menggunakan cara-cara tak wajar dan salah untuk mempopulerkan diri. Kerusakan itu bermula dari nilai yang menyesatkan yang tertanam dalam pikiran mereka. Kesalahan nilai akan berdampak pada persepsi yang tidak benar dan akhirnya kualitas moral juga akan rendah.</p>
<p>Saya jadi teringat lagu Rhoma Irama</p>
<p>Mengapa sumua yang enak-enak itu diharamkan&#8230;.<br />
Mengapa semua yang asyik-asyik, itu yang dilarang&#8230;..</p>
<p>Ya, karena salah itu indah&#8230;.mungkin</p>
<p>Achmad Siddik Thoha<br />
siddikthoha@yahoo.com</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=50&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/04/08/the-wrong-is-beautiful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Glory of A Woman</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/04/08/the-glory-of-a-woman/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/04/08/the-glory-of-a-woman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 12:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Lets see these. 1 &#8211; Wanita auratnya Lebih susah dijaga dibandingkan pria. 2 &#8211; Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya. 3 &#8211; Wanita saksinya kurang berbanding lelaki. 4 &#8211; Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki. 5 &#8211; Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. 6 &#8211; Wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=48&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lets see these.</p>
<p>1 &#8211; Wanita auratnya Lebih susah dijaga dibandingkan pria.</p>
<p>2 &#8211; Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.</p>
<p>3 &#8211; Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.</p>
<p>4 &#8211; Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.</p>
<p>5 &#8211; Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.</p>
<p>6 &#8211; Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat pada isterinya.</p>
<p>7 &#8211; Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.</p>
<p>8 &#8211; Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.</p>
<p>Think Twice ..</p>
<p>1. Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yg tersembunyi dan aman. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar berserakan bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.</p>
<p>2. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?</p>
<p>3. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sedangkan laki-laki menerima pusaka harus menggunakan hartanya utk menyara isteri dan anak anak.</p>
<p>4. Wanita perlu bersusah-payah mengandung dan melahirkan anak tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala hewan, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid kecil. Sedangkan dosanya diampun ALLAH (dosa kecil).</p>
<p>5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita yaitu istrinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Sedangkan seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki yaitu suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.</p>
<p>6. Seorang wanita dapat memasuki pintu surga melalui mana-mana pintu surga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja yaitu salat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.</p>
<p>7. Seorang pria harus pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.</p>
<p>btw, to those who are not satisfied to became a women, and just scowled, this post is super special for you.</p>
<p>Sumber : notes Roqy Renoben</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=48&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/04/08/the-glory-of-a-woman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permen Rendang</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/18/permen-rendang/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/18/permen-rendang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 06:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretanku]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Rendang memang tidak asing lagi bagi hampir semua penduduk di seantero tanah air Indonesia. Masakan khas Minang berbahan dasar daging dengan dominan rasa pedas nan gurih ini juga disukai tidak hanya di tempat asalnya. Banyaknya warung dan rumah makan Padang di hampir semua propinsi di Indonesia menjadi bukti bahwa citarasa masakan ini memang cocok dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=39&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rendang memang tidak asing lagi bagi hampir semua penduduk di seantero tanah air Indonesia. Masakan khas Minang berbahan dasar daging dengan dominan rasa pedas nan gurih ini juga disukai tidak hanya di tempat asalnya. Banyaknya warung dan rumah makan Padang di hampir semua propinsi di Indonesia menjadi bukti bahwa citarasa masakan ini memang cocok dengan lidah kebanyakan orang Indonesia. Tidak hanya Indonesia, bahkan orang-orang di negeri tetangga seperti Brunei dan Malaysia pun mengenal masakan ini.</p>
<p>Lha kalau permen rendang? Naah..yang ini memang lain dari yang lain. Dia rendang tapi permen. Dan dia permen tapi rendang. Bingung ya..?</p>
<p>Istilah permen rendang memang bukan merk dagang, tapi kami sendiri yang membuat nama itu. Berawal dari suami yang mendapat oleh-oleh dari teman satu lab. Hai Ning Cao namanya, dari China.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://riadyani.multiply.com/photos/hi-res/1M/68"><img class="aligncenter" style="border:0 none;" src="http://images.riadyani.multiply.com/image/-2MU7KwFxVORAqnKU0AmJg/photos/1M/300x300/68/DSCI0008.JPG?et=4NQoC3%2BFCbSNNBU8ApmNCw&amp;nmid=0" border="0" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Nampak dari luar, oleh-oleh tersebut serupa permen. Dibungkus dalam kemasan yang dipuntir dikedua ujungnya. Begitu dibuka, bukan permen gula-gula yang ada didalamnya, tetapi daging. Hampir kami menolak kalau saja Hai Ning tidak menjelaskan bahwa daging itu halal, sambil menunjukkan tanda sertifikasi dari kelompok muslim China di pojok kanan atas pada kemasan bagian luar.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://riadyani.multiply.com/photos/hi-res/1M/71"><img class="aligncenter" style="border:0 none;" src="http://images.riadyani.multiply.com/image/8gXwgPkbOqOKFfsx+q4AJA/photos/1M/300x300/71/DSCI0010.JPG?et=k62pDzpVx66UWuuKz0mcCA&amp;nmid=0" border="0" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Jauh sebelum ini, Hai Ning pernah bercerita bahwa Islam bukan hal yang asing baginya. Begitupun saat bertemu dan berkenalan dengan saya yang berjilbab, tidak ada yang aneh. Dia berasal dari propinsi Gansu, dekat dengan propinsi Qing Hai yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dari situ banyak hal yang dia tahu tentang Islam.</p>
<p>Pernah suatu hari, Hai Ning membawakan biskuit untuk suami. &#8220;<em>I bring it for you. I know, only this you can eat</em>&#8220;, katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Kembali ke soal permen rendang. Permen ini diproduksi di kota Xining propinsi Qing Hai. Dan mengapa kami menyebutnya rendang? Karena begitu dimakan, rasanya mirriiiip sekali dengan rendang. Hanya saja pada beberapa permen ada sedikit rasa mint. Agak aneh memang. Tapi enak kok <img src="http://images.multiply.com/common/smiles/thumbs_up.png" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://riadyani.multiply.com/photos/hi-res/1M/69"><img class="aligncenter" style="border:0 none;" src="http://images.riadyani.multiply.com/image/lKvexA394-ccd1-UJolcnQ/photos/1M/300x300/69/DSCI0012.JPG?et=5eUV4nnv6a7c9iM34EeH4g&amp;nmid=0" border="0" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Hmmm..boleh juga nih permen rendang buat inspirasi. Siapa tahu ada yang berminat membuat permen semacam ini <img src="http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png" alt="" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=39&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/18/permen-rendang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.riadyani.multiply.com/image/-2MU7KwFxVORAqnKU0AmJg/photos/1M/300x300/68/DSCI0008.JPG?et=4NQoC3%2BFCbSNNBU8ApmNCw&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.riadyani.multiply.com/image/8gXwgPkbOqOKFfsx+q4AJA/photos/1M/300x300/71/DSCI0010.JPG?et=k62pDzpVx66UWuuKz0mcCA&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.multiply.com/common/smiles/thumbs_up.png" medium="image" />

		<media:content url="http://images.riadyani.multiply.com/image/lKvexA394-ccd1-UJolcnQ/photos/1M/300x300/69/DSCI0012.JPG?et=5eUV4nnv6a7c9iM34EeH4g&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mari Sejenak Memperbaharui Iman</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/18/mari-sejenak-memperbaharui-iman/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/18/mari-sejenak-memperbaharui-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 02:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Marilah kita duduk sejenak untuk beriman&#8221; (Muadz bin Jabal) &#8220;Marilah kita beriman sejenak. Sesungguhnya hati lebih cepat berbolak-balik daripada isi periuk yang sedang menggelegak&#8221; (Ibnu Rawaahah, kepada Abu Dardaa&#8217;) Iman ibarat air minum yang akan menghilangkan setiap dahaga. Bila ia tiada, fitrah suci dalam nuranipun meronta. Tapi ingatlah wahai diri, sesungguhnya inilah sinyal untuk segera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=36&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;">&#8220;Marilah kita duduk sejenak untuk beriman&#8221;<br />
(Muadz bin Jabal)</span></p>
<p>&#8220;Marilah kita beriman sejenak.<br />
Sesungguhnya hati lebih cepat berbolak-balik<br />
daripada isi periuk yang sedang menggelegak&#8221;<br />
(Ibnu Rawaahah, kepada Abu Dardaa&#8217;)</p>
<p>Iman ibarat air minum yang akan menghilangkan setiap dahaga.<br />
Bila ia tiada,  fitrah suci dalam nuranipun meronta.<br />
Tapi ingatlah wahai diri,<br />
sesungguhnya inilah sinyal untuk segera bangkit berdiri&#8230;..</p>
<p>Jangan pernah ada kata menyerah dan patah&#8230;<br />
karena di setiap kelelahan dan kepenatan yg kita rasa..<br />
di setiap ketidakberdayaan yg kita punya..<br />
Allah akan selalu ada bersama kita&#8230;<br />
Dialah Allah yang  Maha Kuat, Dia Maha Besar, Dia Maha Kaya,<br />
dan Dia Maha Segala&#8230;..</p>
<p>Semoga Allah senantiasa menjaga iman kita,<br />
selalu memberi kesabaran dan kekuatan saat berjibaku<br />
dalam setiap langkah kehidupan kita..</p>
<p><a href="http://riadyani.multiply.com/photos/hi-res/1M/67"><img src="http://images.riadyani.multiply.com/image/I9E+-6GnvlUmgOpCgFVFUQ/photos/1M/300x300/67/lelah.jpg?et=yP2wyx56q8pMa79sg%2CwEsQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></p>
<p><span style="font-size:small;"><br />
Apabila kamu merasa LETIH karena berbuat KEBAIKAN<br />
Maka sesungguhnya KELETIHAN itu akan HILANG<br />
Dan KEBAIKAN itu yang akan terus KEKAL&#8230;</span></p>
<p>Dan sekiranya kamu BERSENANG-SENANG dengan DOSA <span style="font-size:small;"><br />
Maka sesungguhnya KESENANGAN itu akan HILANG<br />
Dan DOSA itu yang akan terus KEKAL&#8230;</span></p>
<p>(Umar Bin Khattab) <span style="font-size:small;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=36&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/18/mari-sejenak-memperbaharui-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.riadyani.multiply.com/image/I9E+-6GnvlUmgOpCgFVFUQ/photos/1M/300x300/67/lelah.jpg?et=yP2wyx56q8pMa79sg%2CwEsQ&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fulltime Mother vs Working Mom, You Decide</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/fulltime-mother-vs-working-mom-you-decide/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/fulltime-mother-vs-working-mom-you-decide/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 03:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas saya ambil dari postingan salah seorang teman di milist yang berlanjut menjadi sebuah diskusi. Dalam postingannya, tersaji dua tulisan yang menarik. Satu tulisan karya Zaim Uchrowi http://zaimuchrowi.wordpress.com/2009/05/12/kepemimpinan-partnership-suami/ Satu lagi dengan judul Full Time Mother yang ada di http://www.eramuslim.com/oase-iman/full-time-mother.htm Saya mencoba ikut dalam diskusi tersebut dengan membuat sedikit tanggapan, terutama pada tulisan pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=27&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul di atas saya ambil dari postingan salah seorang teman di milist yang berlanjut menjadi sebuah diskusi. Dalam postingannya, tersaji dua tulisan yang menarik. Satu tulisan karya Zaim Uchrowi <a href="http://zaimuchrowi.wordpress.com/2009/05/12/kepemimpinan-partnership-suami/%20">http://zaimuchrowi.wordpress.com/2009/05/12/kepemimpinan-partnership-suami/ </a> Satu lagi dengan judul Full Time Mother yang ada di <a href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/full-time-mother.htm">http://www.eramuslim.com/oase-iman/full-time-mother.htm</a></p>
<p>Saya mencoba ikut dalam diskusi tersebut dengan membuat sedikit tanggapan, terutama pada tulisan pertama (tentang working mom), sbb :</p>
<p>1. Potensi dan prestasi Ibu Ira memang luar biasa menurut saya. Selain mampu menjalankan peran domestik (paling tidak dr tulisan tsb, terbukti tdk ada masalah dgn suami dan anak2),  ia mampu memerankan tugas di luar RTnya menebarkan banyak manfaat bagi orang2 di sekitarnya. Tidak banyak wanita luar biasa seperti ini.</p>
<p>Jadi, perlu bagi seorang wanita menimbang2 kekuatan potensi dirinya. Kalau sekiranya tidak mampu, jangan memaksakan diri, kecuali memang kondisi &#8216;mewajibkan&#8217;  (hidup dalam kemiskinan, mau tdk mau harus ikut mencari nafkah, misalnya). Atau pilih dan kembangkan pekerjaan yg berbasis rumah.<em>&#8220;setiap orang punya kecenderungan masing-masing. Biarkan kecenderungan itu tumbuh tanpa dipatahkan&#8221;</em></p>
<p>2. Zaim Uchrowi sbg suami siap dengan aktifitas istrinya yang sangat padat. <em>&#8220;Saya Insya Allah, tidak terganggu sama sekali dengan kesibukan Ira yang sangat padat tersebut&#8221;</em>. Dan tdk banyak juga (mungkin) suami yang seperti Bapak Zaim sehingga perlu bagi laki2 menimbang2 kesiapan dirinya. Suami juga jgn sampai &#8216;terpaksa&#8217; menerima keinginan istri berkiprah di luar &#8220;hanya&#8221; krn supaya tdk dituding mengekang istri di rumah.</p>
<p>3. Zaim Uchrowi tetap menjadi pemimpin dalam RTnya dan istri tetap menghormati keputusan pemimpinnya : <em>&#8220;jika mau, saya dapat menggunakan otoritas saya sebagai pemimpin keluarga tanpa Ira dapat  menolaknya&#8221;</em>.</p>
<p>4. Semua diputuskan melalui diskusi dan dialog <em>&#8220;Dalam kepemimpinan ‘partnership’ yang lebih diperlukan adalah diskusi, dialog untuk mendapatkan format yang terbaik dalam keluarga&#8221;</em>. Tentu bukan dgn cara memaksakan kehendak masing2.</p>
<p>5. Orientasi bekerja/beraktifitas keluar bg wanita perlu diluruskan. Tidak sedikit wanita disekitar saya yg bekerja supaya punya &#8220;posisi tawar&#8221; (baca: tidak mudah dilecehkan suami). Eksesnya, tdk sedikit wanita yg punya karier baik, utamanya dgn niat awal supaya tdk dilecehkan suami, akhirnya bahkan melecehkan suami (apalagi kalau karier suami tdk sebaik istri).</p>
<p>6. Perlu mempertimbangkan  lingkungan bekerja bagi wanita, yg tidak berpotensi menimbulkan fitnah (buat diri, keluarga, orang2 di sekitar). Terkait rekan kerja (temasuk rekan selama perjalanan dinas misalnya),  materi obrolan (bila ada) dan cara2 interaksi diantara mereka,  dll.</p>
<p>7. Bapak Zaim mengakui tulisannya baru sebatas pendapat, tdk 100% benar dan tdk utk diikuti mentah2. <em>&#8220;Bisa saja pendapat saya ini keliru karena keterbatasan ilmu agama saya&#8221;</em>. (tapi tulisannya bagus kok!)</p>
<p>8. Tulisan tsb dipublish thn 1999. Setelah lebih 10 thn, apakah ada yg berubah dari pendapatnya ya&#8230;? ^.^</p>
<p>Sedang dari tulisan kedua (Fulltime Mother) saya memberi catatan :</p>
<p>1. Bagaimanapun sulit utk mengesampingkan fitrah sebagai wanita. Pengakuan penulis sendiri : <em>Dikelilingi anak-anak dan suami, memanage urusan rumah, beraktivitas dengan anak-anak di setiap berputarnya waktu, bermain di taman, refreshing ke jidoukan (taman bacaan anak-anak), merupakan saat-saat yang paling membahagiakan</em>. Sayangnya tidak sedikit wanita yg dgn sadar/tidak sadar akhirnya membunuh fitrahnya sendiri karena mengejar karier <em>an sich</em>.</p>
<p>2. Setiap wanita punya potensi, kemampuan dan prestasi. Kalaupun seorang memilih peran sebagai fulltime mother, jangan sampai hal ini membuat segala potensinya menjadi terkubur. Ia harus terus menggali dan mengoptimalkan potensinya. Dan sebaiknya proses ini menjadi tugas bersama suami dan istri.</p>
<p>Ada sebuah tanggapan yang menarik juga dalam diskusi ini : <em>Ada seorang wanita yg bekerja full-time di sebuah institusi di luar rumah. Suatu ketika dia diminta mengisi formulir. Salah satu itemnya adalah Pekerjaan Utama. Diapun dengan sadar dan bangga menuliskan: ibu rumah tangga</em>.</p>
<div>Diskusi selanjutnya ditutup dengan sebuah simpulan yang menarik :</p>
<p>1. Full Time Mother or (not vs) Working Mom is no problem</p>
<p>2. Rasa-rasanya ga perlu dikonfrontasikan, semuanya tergantung kemampuan masing2 orang. Kalau yang sanggup berkarir dan dengan pilihannya itu merupakan jalan baginya untuk berda&#8217;wah/berjuang di jalan Allah, masa sih kesempatannya disia-siakan. Sebaliknya bagi yang ingin menjadi pengkader/pendidik sejati, dan dengannya itu melahirkan pejuang2 tangguh yang membaktikan diri di jalan Allah, apa baik dipaksa2 beraktivitas lain yang malah menjadikannya kontra-prestasi?</p>
</div>
<div>3. Yang penting tidak melanggar kodrat kewanitaan, di bawah aturan syariah, dengan niat hanya mencari keridhaan Allah SWT. Mau jadi apa saja, kalau prinsipnya sama seperti itu Insya Allah sama-sama masuk syurga. WaAllahu&#8217;alam kalau yang dikejar sifatnya lain seperti materi atau kebanggaan/popularitas semata dengan melacurkan jati diri wanita itu sendiri, seperti yang diajarkan faham2 lain. Ke sanakah kita ingin mengikuti? Naudzubillahi min dzalik.</div>
<div>Alhamdulillah, bisa jadi begitulah Islam mengajarkan tawazunitas, mendorong untuk memaksimalkan potensi dan kesempatan tanpa merusak fitrah kewanitaan.</div>
<p>Berbicara tentang wanita memang selalu menarik. Apalagi kita sendiri sebagai seorang wanita. Tentang bagaimana peran kita, sebagaimana judul di atas, kita sendiri yang menentukan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=27&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/fulltime-mother-vs-working-mom-you-decide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>교보문고 atau Kyobo Bookstore</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/%ea%b5%90%eb%b3%b4%eb%ac%b8%ea%b3%a0-atau-kyobo-bookstore/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/%ea%b5%90%eb%b3%b4%eb%ac%b8%ea%b3%a0-atau-kyobo-bookstore/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 00:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Karena kondisi fisik yang belum fit, acara jalan-jalan ke bukit akhir pekan lalu dialihkan menjadi kunjungan ke toko buku. Kami pilih Kyobo Bookstore di daerah Jonggak atas rekomendasi teman-teman di lab. Selain besar dan lengkap, menurut mereka, harganya juga miring. Seperti toko buku Gramedia atau Gunung Agung yang ada di sebagian kota-kota besar di Indonesia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=14&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena kondisi fisik yang belum fit, acara jalan-jalan ke bukit akhir pekan lalu dialihkan menjadi kunjungan ke toko buku. Kami pilih Kyobo Bookstore di daerah Jonggak atas rekomendasi teman-teman di lab. Selain besar dan lengkap, menurut mereka, harganya juga miring.</p>
<p>Seperti toko buku Gramedia atau Gunung Agung yang ada di sebagian kota-kota besar di Indonesia, Kyobo Bookstore sebagian besar tentunya menjual buku dalam maupun luar negeri, selain peralatan tulis dan kantor, aksesoris dan beberapa permainan digital. Yang unik, tampilan luar tokonya tidak seperti sebuah toko, malah lebih mirip terowongan atau gua. Pintu masuknya berbentuk setengah lingkaran dan berbahan kayu kokoh layaknya benteng dengan dinding batu-batu alami.</p>
<p><a href="http://riadyani.multiply.com/photos/hi-res/1M/63"><img class="alignleft" style="border:0 none;" src="http://images.riadyani.multiply.com/image/hBxKorHXpgEv3EViWbOQbw/photos/1M/300x300/63/DSCI0004.JPG?et=S8nrkuQJPaETQ7R22ZpNlg&amp;nmid=0" border="0" alt="" width="236" height="177" /></a><a href="http://riadyani.multiply.com/photos/hi-res/1M/64"><img class="alignright" style="border:0 none;" src="http://images.riadyani.multiply.com/image/zf1cxK8d+9ZrlgRvGppu4g/photos/1M/300x300/64/DSCI0005.JPG?et=rv4z08O8CXGX8df4PDZiXg&amp;nmid=0" border="0" alt="" width="224" height="177" /></a></p>
<p>Lain lagi saat memasuki toko, suasananya seperti sedang berada dalam sebuah museum. Pada dinding kanan dan kirinya terpampang foto-foto beberapa mantan presiden Korea, Amerika dan lainnya.</p>
<p>Setelah bagian depan, ruang berikutnya berupa tangga besar dan lebar agak melingkar ke bawah. Melewati tangga itu rasanya seperti seorang putri menuruni tangga istana untuk menjumpai pangeran. hhhh&#8230;lebay deeeh&#8230;Beneran kok, kesannya klasik!  Dan begitu tiba di anak tangga terakhir, baru tersadar kalau toko buku ini berada di bawah tanah..Kereeen!</p>
<p>Kami langsung menuju foreigner book di bagian paling belakang toko. Hhh..bukan pesimis, tapi kami tahu diri soal kemampuan kami berbahasa Korea. Sementara dibagian lain ada berbagai jenis buku-buku berbahasa Korea, permainan digital dan lain-lain. Jalan utamanya dibuat melingkar sehingga memungkinkan pengunjung untuk melihat semua barang yang dijajakan.</p>
<p>Sebenarnya kami punya voucher yang bisa ditukar dengan buku-buku. Voucher gratis dari KIST kalau ada acara-acara seperti performance di akhir semester di kelas bahasa. Lumayan loh setiap orang 20.000 Won! Namun sayang, hari itu voucher tidak kami bawa..masih tertinggal di lab <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi tak apalah&#8230;dengan begitu kami masih bisa membandingkan harga di toko ini dengan di toko buku online semacam amazone yang memang konon murah. Juga toko Aladdin yang juga direkomendasikan teman-teman di lab.</p>
<p>Waow..benar aja&#8230;lain banget harganya! Di Amazone sebuah buku Condensed Matter Physics yang baru dijual di atas 120.000 Won sementara di Kyobo hanya 59.000 Won. Dari empat buku yang kami bandingkan, hanya satu buku yang harganya sama. Yang lain, rata-rata harga di Kyobo sepertiga harga di Amazone!  Waaah, berarti Amazone tidak murah dong&#8230;Kalau toko Aladdin, rata-rata harganya sama dengan Kyobo.</p>
<p>Mengapa harga buku di Kyobo bisa jauh lebih murah? Padahal buku-buku tersebut terbitan Amerika dan toko online Amazone (kalau tidak salah) juga dijalankan di Amerika? Itu yang menjadi pertanyaan.</p>
<p>Hmmm&#8230;Buku bajakankah? Seperti halnya banyak terjadi di Indonesia? hehehe&#8230;Tapi, kalau bajakan, tidak mungkinlah dijual resmi di toko buku besar seperti itu. Di tanah airku tercinta  buku bajakan hanya bisa didapatkan di tempat-tempat tertentu di kios-kios kecil. Atau&#8230; buku-buku tersebut mendapat subsidi dari pemerintah Korea ya..? Karena sadar akan pentingnya pendidikan, pemerintah memplot anggaran yang sangat besar di bidang itu. Termasuk untuk subsidi buku-buku pelajaran dan biaya sekolah gratis. Kalau memang betul begitu, salut deh!</p>
<p>Masih ada cerita lain sepulang dari Kyobo..nanti ya di kisah travelling lainnya ^.^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=14&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/%ea%b5%90%eb%b3%b4%eb%ac%b8%ea%b3%a0-atau-kyobo-bookstore/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.riadyani.multiply.com/image/hBxKorHXpgEv3EViWbOQbw/photos/1M/300x300/63/DSCI0004.JPG?et=S8nrkuQJPaETQ7R22ZpNlg&#38;nmid=0" medium="image" />

		<media:content url="http://images.riadyani.multiply.com/image/zf1cxK8d+9ZrlgRvGppu4g/photos/1M/300x300/64/DSCI0005.JPG?et=rv4z08O8CXGX8df4PDZiXg&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hubby dan Hubbiy</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/hubby-dan-hubbiy/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/hubby-dan-hubbiy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 00:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Sehari setelah hari pernikahan saya dan suami, Bapak memberi wejangan ringan saat kami duduk bersama di meja makan. &#8220;Hendaknya diantara kalian masing-masing punya nama panggilan. Tidak hanya sekedar memanggil dengan nama masing-masing. Sepertinya ini hal sepele, tapi penting&#8221;, begitu pesan Bapak. Terus terang pada awalnya bingung memilih kata yang tepat untuk memanggil orang yang belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=12&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehari setelah hari pernikahan saya dan suami, Bapak memberi wejangan ringan saat kami duduk bersama di meja makan. &#8220;Hendaknya diantara kalian masing-masing punya nama panggilan. Tidak hanya sekedar memanggil dengan nama masing-masing. Sepertinya ini hal sepele, tapi penting&#8221;, begitu pesan Bapak.</p>
<p>Terus terang pada awalnya bingung memilih kata yang tepat untuk memanggil orang yang belum sepenuhnya saya kenal tapi saat itu sudah resmi menjadi suami. Kami hanya bertemu beberapa kali sebelum akhirnya melangsungkan pernikahan. Dua kali di awal pertemuan dengan ditemani orang (sepasang suami istri) yang menjadi fasilitator kami untuk ta&#8217;aruf (berkenalan). Satu kali lagi (calon) suami datang ke orang tua saya untuk meminta izin melamar saya.Terakhir, acara khitbah (lamaran) dimana (calon) suami datang bersama keluarganya bertemu dengan keluarga saya.</p>
<p>Saya juga ingat ketika kakak perempuan saya menyatakan ketidaksetujuannya ketika suaminya memanggilnya dengan kata &#8220;ukhty ( saudariku)&#8221; di awal pernikahan mereka. Mungkin keadaannya sama dengan saya&#8230;bingung! hehehe&#8230;</p>
<p>Akhirnya saya memilih panggilan &#8220;mas&#8221; buat suami dan suami memilih panggilan &#8220;dik&#8221; buat saya. Sebuah panggilan umum yang dipakai kebanyakan istri kepada suaminya dan suami kepada istrinya.</p>
<p>Beberapa kali mengikuti training keluarga samara (sakinah mawaddah dan rahmah) dan kajian keislaman lainnya, beberapa kali juga saya dan suami mendapatkan pencerahan tentang pentingnya nama panggilan untuk masing-masing pasangan. Kata &#8220;mas&#8221; dan &#8220;dik&#8221; kurang tepat digunakan untuk pasangan suami istri. Karena ikatan suami istri berbeda dengan ikatan kakak adik dalam keluarga. Ia bukan ikatan darah, keduanya juga bukan saudara kandung.</p>
<p>Dari situ, kamipun mulai sibuk mencari nama panggilan yang kami rasa cocok. Seperti layaknya orang tua yang sibuk mencari nama untuk putra-putri mereka. Nama yang unik, bukan nama umum. Nama yang tentu saja bukan hanya sekedar nama, namun bermakna.</p>
<p>Dua tahun melewati masa pernikahan, suami menemukan juga kata yang cocok sebagai nama panggilan buat saya. Dua nama, lumayanlah&#8230;Tapi saya? Hingga lewat 6 tahun belum juga menemukan kata itu aaarrrggh&#8230;</p>
<p>**********</p>
<p>&#8220;Assalamu&#8217;alaykum mba&#8230; Apa kabar? Tinggal di Seoul dengan hubbykah?&#8221;, sapa seorang kawan di YMku. Dia sedang berada di New York dalam rangka pertukaran mahasiswa. &#8220;Wa&#8217;alaykumussalam&#8230;Hubby? Apa itu Hubby?&#8221;, tanyaku heran. &#8220;Hubby itu slank dari husband mba&#8230;&#8221;, jawabnya ringkas. &#8220;Oooo&#8230;&#8221;, balasku lagi.</p>
<div>&#8220;hmmm..Hubby..Hubby&#8221;, gumamku. &#8220;Enak juga kedengarannya..Artinya juga tidak &#8216;nyeleneh&#8217; kok&#8221;, bathinku. Setelah merasa cocok dan suami setuju dengan nama itu, resmilah saya memanggil suami dengan hubby.</p>
<p>**********</p>
<p>&#8220;Berweekend bersama my hubby..&#8221;<br />
&#8220;My hubby main dengan anak-anak&#8221;</p>
<p>Kutipan di atas hanya 2 dari sekian banyak status dan judul foto teman-teman saya di FB mereka. Woalaaah..buanyak bangeeeeet yang pake nama hubby&#8230;.? hhhhh&#8230;.ya jelas aja, namanya juga slank..dasar saya aja yang kurang gaul&#8230;</p>
<p>***********</p>
<p>Elwangri Beach, Agustus 2009.</p>
<p>&#8220;&#8230;.Cinta dalam Bahasa Arab berasal dari kata al-hubb&#8230;&#8221;<br />
Kata-kata ustadz dalam tausiyahnya yang membahas masalah cinta, mengingatkan saya pada nama panggilan yang saya pilih.</p>
<p>Ya! Al hubb adalah sebuah ism (mudahnya : kata benda). Dalam kaidah Bahasa Arab, bila ism ini ingin ditambahkan kata ganti kepunyaan (misalnya : saya/aku), maka Al (atau huruf alif dan lam) di awal kata benda tadi dihilangkan (dari al-hubb menjadi hubb). Setelah itu, ditambahkan huruf ya&#8217; di akhir kata tersebut sebagai kata ganti kepunyaan untuk saya/aku (dari hubb menjadi hubbiy). Nah, karena al-hubb artinya cinta, maka hubbiy berarti cintaku.</p>
<p>Aaah..akhirnya dapat juga filosofinya. Hubby (slank dari husband) dan Hubbiy (Cintaku). Walau terdengar sama, tapi berbeda makna.</p>
<p>Naaah, sekarang&#8230;.kalau mendengar saya memanggil &#8220;biy..biy..&#8221; kepada suami saya, itu bukan abiy (yang biasanya berpasangan dengan ummiy, artinya ayahku dan ibuku), atau hubby (slank dari husband), tetapi hubbiy&#8230;!!</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=12&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/hubby-dan-hubbiy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Astaghfirullah..Aku lupa!</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/astaghfirullah-aku-lupa/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/astaghfirullah-aku-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 00:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[doa & harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah usahaku untuk menjadi seorang yang lebih baik.. Di tengah upaya untuk tidak mengeluh dan berkeluhkesah&#8230; Saat sakit kepala dan migren berturut-turut menyerang sejak dua hari lalu, aku kembali lupa untuk tidak mengeluh dan berkeluhkesah. Astaghfirullah.. Aku lupa, ada banyak dzikir yang bisa mengalihkan lisan dari keluhkesah.. ada banyak do&#8217;a yang mengembalikan harapan kesembuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=9&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah usahaku untuk menjadi seorang yang lebih baik..</p>
<p>Di tengah upaya untuk tidak mengeluh dan berkeluhkesah&#8230;</p>
<p>Saat sakit kepala dan migren berturut-turut menyerang sejak dua hari lalu, aku kembali lupa untuk tidak mengeluh dan berkeluhkesah. Astaghfirullah..</p>
<p>Aku lupa,</p>
<p>ada banyak dzikir yang bisa mengalihkan lisan dari keluhkesah..</p>
<p>ada banyak do&#8217;a yang mengembalikan harapan kesembuhan kepada Allah..</p>
<p>ada istighfar yang bisa menghapus dosa..</p>
<p>Ya Allah, alhamdulillah, Kau ingatkan kembali diri ini.  Pagi ini&#8230;</p>
<p><em>Ya Allah, jangan Engkau condongkan hati ini kepada kesesatan setelah engkau beri kami petunjuk..</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=9&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/03/15/astaghfirullah-aku-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendatang Baru</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/01/09/pendatang-baru/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/01/09/pendatang-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 14:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riadyani.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Di akhir tahun 2009, menjelang awal 2010 ada keinginan membuat coretan-coretan di blog sebagaimana orang-orang sudah banyak melakukannya. Coretan sederhana, sekedar ungkapan hati. Mengapa baru sekarang? hmm..sebenarnya bukan kali pertama punya blog, tapi..ingin mencoba yang lain ^^ Ya..pendatang baru di wordpress.  Semoga bisa segera beradaptasi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=3&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di akhir tahun 2009, menjelang awal 2010 ada keinginan membuat coretan-coretan di blog sebagaimana orang-orang sudah banyak melakukannya. Coretan sederhana, sekedar ungkapan hati.</p>
<p>Mengapa baru sekarang? hmm..sebenarnya bukan kali pertama punya blog, tapi..ingin mencoba yang lain ^^</p>
<p>Ya..pendatang baru di wordpress.  Semoga bisa segera beradaptasi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=3&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/01/09/pendatang-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://riadyani.wordpress.com/2010/01/09/hello-world/</link>
		<comments>http://riadyani.wordpress.com/2010/01/09/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 03:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riadyani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Disini, tempat saya membuat coretan-coretan sederhana tentang saya dan kehidupan saya, tentang orang-orang di sekitar saya dan semua hal yang saya lihat, saya dengar dan juga saya rasa. Semoga makin mengingatkan saya pada hakikat kehidupan, mendekatkan pada Sang Pencipta dan menambah rasa syukur kepadaNya. amin.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=1&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Disini, tempat saya membuat coretan-coretan sederhana tentang saya dan kehidupan saya, tentang orang-orang di sekitar saya dan semua hal yang saya lihat, saya dengar dan juga saya rasa.</div>
<div>Semoga makin mengingatkan saya pada hakikat kehidupan, mendekatkan pada Sang Pencipta dan menambah rasa syukur kepadaNya. amin.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riadyani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riadyani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riadyani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riadyani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riadyani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riadyani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riadyani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riadyani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riadyani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riadyani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riadyani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riadyani.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riadyani.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riadyani.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riadyani.wordpress.com&amp;blog=11327731&amp;post=1&amp;subd=riadyani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riadyani.wordpress.com/2010/01/09/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca50084f4e088c1132cc8374e88a9d03?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riadyani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
